Posisi Anda
Home > Nasional > Kapan Blangko KTP Elektronik Tersedia? Ini Penjelasannya

Kapan Blangko KTP Elektronik Tersedia? Ini Penjelasannya

mendagri

Nasional – Ketersediaan blangko KTP Elektronik sudah lama kehabisan stok. Sehingga menjadi permasalahan bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam melayani masyarakat yang ingin mengganti atau membuat E-KTP baru.

Mulai sekitar akhir 2016 blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik tersebut telah habis secara nasional. Selama periode ini tidak sedikit warga yang datang ke kantor desa menanyakan tentang ketersediaan Blangko E-KTP tersebut.

Walaupun sebenarnya KTP Elektronik yang sudah habis masa berlaku nya selama lima tahun, tidak perlu diperpanjang lagi. Karena sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2013 pasal 101 huruf C, bahwa KTP-El yang sudah diterbitkan sebelum keluarnya UU No. 24 Tahun 2013 tetap berlaku seumur hidup, walaupun di E-KTP tersebut masih tertulis berlaku lima tahun.

Namun begitu kenyataan yang terjadi di lapangan, warga masyarakat tidak hanya ingin mengganti KTP karena habis masa berlakunya.

Tetapi banyak E-KTP yang kondisinya rusak. Ada yang patah, ada yang tulisannya hilang karena basah dan tidak sedikit pula KTP-El yang lapisan plastik luarnya lepas sehingga tulisan di kartu tersebut menempel semua pada lapisan plastik tadi.

Sehingga blangko KTP Elelktronik tidak hanya mengalami masalah pada kwantitas. Tetapi juga kualitasnya. Belum lagi masalah korupsinya yang lagi hangat di bicarakan di berbagai media.

Terlepas dari itu hingga saat ini jutaan masyarakat yang mengantri untuk pembuatan E-KTP. Baik mengganti karena rusak, habis masa berlaku sampai kepada penduduk yang baru mencapai usia wajib untuk pembuatan KTP.

Namun demikian beberapa hari hari lalu, Zudan Arif selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri mengatakan bahwa proses pelelangan pengadaan Blangko KTP Elektronik sudah sampai tahap kontrak kerja.

“Kontrak sudah di teken PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Dukcapil tanggal 21 Maret,” tulis Zudan kepada wartawan lewat pesan singkat, Jumat, (24/3/2017) sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Selanjutnya di beritakan media itu bahwa tender proyek Blangko E-KTP mencapai angka Rp 92 milyar untuk pengadaan sekitar 7 juta keping blangko. Dengan rincian harga berkisar Rp 10.000 per keping. Dimana lelang pengadaan proyek Kemendagri ini dimenangkan oleh PT. Pura Barutama.

Baca Juga :   Antrian E-KTP di Disdukcapil Bengkalis Capai 6000 Lembar Lebih

Dilain pihak, menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan saat apel di kampus IPDN Cilandak Senin (27/3/2017) bahwa blangko KTP-El diharapkan sudah mulai bisa dicetak bertahap pada bulan April ini.

“Alhamdulillah sudah teken kontrak, sudah dibawa ke BPKP, untuk di cek apakah sesuai harga pasar dengan nilai rupiah saat ini per blangko nya, mudah-mudahan April bisa mulai dicetak bertahap,” ujarnya seperti dilansir detik.com.

Dalam kesempatan itu menteri juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang sudah lama mengantri karena blangko KTP Elektronik habis.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena selama 6 bulan ini belum mendapatkan E-KTP,” lanjut Tjahjo dalam acara peresmian patung pendiri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di kampus Cilandak, Senin (27/3/2017).

Mendagri Tjahjo Kumolo mengharapkan bagi warga yang sudah melakukan perekaman data untuk membuat KTP-El, april ini bisa diterbitkan secara bertahap.

Menurutnya penduduk yang sudah memiliki surat keterangan ada sekitar 4,5 juta yang ngantri. Dan lebih kurang 3,5 juta warga yang datanya belum konek, sebab pindah alamat.

Untuk itu dia menghimbau agar warga yang pindah kota atau alamat agar melapor dan bisa mengurus kartu identitas tersebut. Karena E-KTP merupakan data tunggal untuk menjadi rujukan dan mengurus berbagai layanan.

Jutaan masyarakat tentunya sangat berharap agar blangko KTP elektronik yang sudah habis stoknya ini bisa terwujud pada bulan depan. Sebab mungkin banyak keperluan yang harus di selesaikan. Seperti mengurus pengaduan kenaikan listrik yang subsidinya sedang dicabut pemerintah.

Terkait itu jika anda ingin mengetahui informasi tentang listrik non subsidi silahkan baca berita Ini Ketentuan Pencabutan Subsidi Listrik PLN Sampai Bulan Mei Mendatang. (pdk)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Pendeta Se-DKI Sepakat Tidak Dukung Ahok Di Pilkada Jakarta Putaran Ke... Nasional - Pilkada Jakarta putaran kedua akan digelar dalam waktu dekat. Kedua kubu Anis-Sandi dan Ahok Djarot masing-masing berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan proses pemilihan Kepala Daerah Pro...
Pengurusan KTP Elektronik Dihentikan Sementara Bengkalis - Pengurusan E-KTP untuk sementara waktu dihentikan oleh pemerintah. Penghentian ini sifatnya hanya sementara hingga Januari 2015. Hal ini disebabkan karena adanya dua data base yang dijadik...
Do’a Kamilin Setelah Sholat Tarawih Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah SWT karena pada tahun ini Allah SWT telah berikan rahmat kepada kita berupa umur panjang sehingga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan 1435 H. Dimana...
Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan Desa, RI gaet Australia Nasional - Dalam upaya meningkatkan Kapasitas kepemimpinan Desa di nusantara, Kemendesa PDTT akan menggaet Australia untuk bekerjasama. Diharapkan para pemimpin desa nantinya akan lebih profesional da...
Pendaftaran Masuk Sekolah Ikatan Dinas 2017 Online Telah Dibuka Serent... Nasional - Sekolah Kedinasan atau yang lebih dikenal dengan Sekolah Ikatan Dinas untuk tahun 2017 telah dibuka pendaftarannya oleh pemerintah. Kesempatan ini diberikan kepada siswa/siswi SLTA atau SMU...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top