Top Info

30.000 Contoh Program Inovasi Desa Sudah Bisa Di Adopsi

Image source : Kemendesa.go.id

Top Info Desa – Program Inovasi Desa sebagai pengembangan pembangunan kemajuan desa saat ini sudah ada puluhan ribu yang bisa dicontoh. Hal ini disampaikan Menteri Eko Putro Sandjojo beberapa waktu lalu di Bali.

Pemerintah berusaha menggenjot setiap desa agar memiliki program inovasi di setiap desa untuk meningkatkan kualitas pembangunan masyarakat desa.

Ada beberapa model inovasi desa yang bisa dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintahan desa. Mulai dari pengembangan inovasi Sumber Daya Manusia (SDM), inovasi teknologi tepat guna, inovasi pemberdayaan ekonomi dan lainnya.

Menurut Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo 30.000 inovasi sudah siap diduplikasi untuk diterapkan guna percepatan pembangunan desa. Beberapa waktu lalu sebagian inovasi dipamerkan di Bali pada tanggal 18-22 Oktober 2018 dalam acara Pameran Teknologi Tepat Guna Nasional ke- 20.

Menteri Desa berharap inovasi yang sudah ada bisa menjadi percontohan bagi desa lain untuk diaplikasikan oleh pemerintahan desa yang belum punya.

“Sekarang sudah ada portal akademi desa di web resmi Kemndes. Ada 30.000 contoh inovasi di sana. Tinggal lihat mana yang sesuai untuk di tiru. Supaya ada akselerasi,” ucapnya di sela-sela Temu Karya Nasional TTG ke 20 di Badung, Bali.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pembangunan desa tidak lagi hanya fokus pada infrastruktur, tapi sudah berkembang ke peningkatan SDM dan pemberdayaan ekonomi desa.

“Jadi Inovasi yang sudah jalan di desa didokumentasikan dan dipublikasikan. Baik dalam bentuk audiovisual atau berupa narasi tertulis. Supaya bisa dishare sebagai percontohan,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan produktivitas di desa pemerintah sudah mengalokasikan dana desa setiap tahun. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi, SDM dan pembangunan lainnya.

“Jadi sekarang ada pendamping inovasi desa. Bukan hanya pendamping lokal desa untuk mengawal dana desa,” ujar Menteri desa.

Pengembangan program inovasi desa juga sudah memanfaatkan teknologi IT untuk mempercepat pertumbuhannya. Karena zaman semakin maju, maka desa juga harus bisa menyesuaikan dan mengikutinya. Karena dengan IT akan mempermudah desa dalam mengelola berbagai program di desa.

“Aplikasi Akademi Desa 4.0 itu sudah pakai IT. Jadi lebih mudah dan murah untuk mengadakan pelatihan dan bimbingan, lebih fektif. Siskeudes juga pakai IT. Manajemen keuangan akan lebih cepat dan akurat. 94 persen desa sekarang sudah pakai Siskeudes. Sehingga penyerapan dana desa bisa lebih efektif,” tambah Eko.

Adapun acara Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) di Bali merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kemendes bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri.

Untuk tahun 2018 ini, diadakan di Provinsi Bali bersamaan dengan kegiatan Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke- 20. PINdeskel yang diikuti oleh berbagai desa yang ada di Propinsi Bali ini akan memotivasi pemerintahan desa untuk berkompetisi membangun desa.

Sejak adanya dana desa perkembangan status desa memang terlihat cukup meningkat. Sehingga rencananya Dana Kelurahan Pusat Akan Disalurkan Tahun 2019, Berapa Jumlahnya? (Ev0)

Exit mobile version