Posisi Anda
Home > Berita desa > Indikasi Korupsi Dana Desa Capai 5000 Keluhan Di Kemendes, Apakah Desa Anda Termasuk?

Indikasi Korupsi Dana Desa Capai 5000 Keluhan Di Kemendes, Apakah Desa Anda Termasuk?

korupsi dana desa

Info Desa – Kementerian Desa telah menerima aspirasi masyarakat terkait indikasi Korupsi dana Desa mencapai 5000 lebih aduan. Korupsi Dana Desa itu bisa jadi satu fenomena baru yang di bicarakan masyarakt akhir-akhir ini.

Dengan semakin besarnya dana desa yang di berikan pemerintah membuat masyarakat desa cukup berbesar hati. Pasalnya pembangunan di daerah perdesaan tentu akan semakin bertambah baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Namun disisi lain tidak sedikit juga masyarakat yang merasa miris dengan adanya kucuran dana dari pusat ke pemerintah desa tersebut. Namanya juga uang yang jumlahnya banyak, jika tidak diawasi secara ketat dan sistem yang benar akan memunculkan celah-celah baru untuk diselewengkan.

Untuk tahun 2018 ini Dana desa yang besarnya sekitar 60 Triliun rupiah itu telahpun mulai dibagi-bagikan ke pemerintah desa untuk tahap pertama. Kalau di hitung secara rata-rata setiap desa akan mendapat jatah antara 700 juta – 800 juta. Bahkan bagi desa dengan kategori tertinggal bisa mencapai angka 3 milyar rupiah.

Tentu saja angka itu bukan jumlah yang sedikit. Apalagi di kelola oleh masyarakat desa yang terkadang jauh dari wilayah perkotaan. Jauh dari pantauan LSM dan juga wartawan. Jadi bukan tidak mungkin pengalokasian dana desa malah menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan bagi sebagian masyarakat.

Oleh karena itu agar tidak terjadi tindak pidana korupsi di pemerintahan desa, masyarakat juga harus proaktif untuk ikut mengawasi penganggaran kegiatan dari dana desa di tempatnya. Termasuk juga dalam hal pelaksanaan proyek desa serta pelaporannya.

Baca Juga :   Alokasi Modal Bumdes Dapat Perhatian Khusus Dari Dana Desa

Begitu pula bagi perangkat desa atau Kepala Desa sendiri, dengan banyaknya jumlah yang diterima desa, seharusnya menjadi lebih berhati-hati dalam mengemban amanah masyarakat dan pemerintah pusat dalam pengelolaan dana desa tersebut. Hindari sedini mungkin niat-niat jahat untuk mengambil keuntungan yang melanggar undang-undang dari dana desa tersebut. Karena korupsi dana desa juga akan mendapatkan sangsi yang berat sebagaimana korupsi-korupsi lainnya.

Terkait kekhawatiran korupsi dana desa itulah Kementerian Desa telah menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat baik secara offline maupun online. Ada yang lewat SMS, Facebook, Twitter dan aplikasi Lapor online.

Sejak dikucurkannya dana desa hingga saat ini sudah terjadi beberapa kasus penyelewengan dana desa di berbagai tempat yang tersebar seluruh Indonesia. Baik itu yang menyeret Kepala Desa, Perangkat desa atau Bendahara desa.

Menurut data dari Kementerian Desa selama tahun 2017 laporan mengenai indikasi korupsi dana desa terbilang paling banyak yang masuk ke Kementerian. Ini sudah menandakan suatu fenomena yang perlu di perketat lagi pengawasannya oleh pemerintah.

Walaupun secara global korupsi dana desa masih terbilang kecil persentase nya dibanding dengan jumlah desa yang ada, namun hal seperti ini harus mendapat perhatian serius.

Berikut ini beberapa data yang dipaparkan oleh Kemendes pada acara Sosialisasi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Layanan Pengaduan pada Rabu (21/2/2018) yang lalu di Kemendesa.

Baca Juga :   Ini Hasil SKB 4 Menteri Tentang Dana Desa 2018

Laporan (aspirasi/aduan/pertanyaan) terkait Dana Desa :

1. Mekanisme pencairan dana desa = 248 aspirasi/pertanyaan/aduan;

2. Pengelolaan dan penggunaan dana desa = 1.551 aspirasi/pertanyaan/aduan;

3. Penyalahgunaan (indikasi korupsi) = 5.003 aspirasi/pertanyaan/aduan;

4. Pungli dari oknum = 22 aspirasi/pertanyaan/aduan.

Jumlah total aspirasi yang masuk ke Pemerintah dari masyarakat khusus pengaduan atau issue terkait dana desa ini sebanyak 6824 aduan. Dan sekitar 73% nya adalah pengaduan mengenai indikasi penyelewengan dana desa.

Dari laporan indikasi korupsi sebanyak itu apakah desa anda termasuk di dalamnya? Mudah-mudahan tidak. Karena Kemendes juga tidak merinci desa mana saja yang dilaporkan oleh masyarakat.

Namun begitu bagi anda para pemangku jabatan di desa sudah seharusnya anda lebih waspada dan ekstra hati-hati dalam mengelola dana desa. Karena warga bisa melaporkan prilaku mencurigakan yang dilakukan oleh Pemerintah desa kapan saja kepada pemerintah Pusat melalui berbagai sarana yang di sediakan pemerintah.

Tentunya ini merupakan kebijakan bagus yang diterapkan pemerintah untuk mengawal dana desa agar tidak mudah dikorupsi oleh aparatur desa. Karena jika tidak dikawal dengan ketat, bukan tidak mungkin laporan tentang korupsi di desa akan terus bertambah.

Bagitu juga bagi anda sebagai warga masyarakat desa, jangan segan-segan untuk melaporkan penyimpangan atau penyalahgunaan dana desa yang dilakukan Pemerintahan Desa di daerah anda jika benar-benar terbukti. Karena Peran Masyarakat dalam Pembangunan Kunci Keberhasilan Dana Desa. (ev0)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Apakah Pengertian Aset Desa, Jenis dan Ketentuan Pengelolaannya? Top Info Desa – Pengertian Aset Desa serta ketentuan cara pengelolaannya secara tepat perlu difahami oleh Pemerintahan Desa, Khususnya Kepala Urusan (KAUR) Tata Usaha dan Umum. Proses inventarisasi a...
Peringatan Isra’ Mi’raj 1434 H Desa Pedekik Bengkalis Bengkalis - Hari Kamis 6 Juni 2013 warga Pedekik mengadakan acara peringatan Isra' Mi'raj 1434 H di Mesjid Sabilillah Pedekik Bengkalis. Acara dilaksanakan pada pagi hari dan dihadiri oleh ratusan war...
Inilah Program Jaringan Internet Gratis Seluruh Indonesia, 500 Desa Info Desa - Pemerintah melalui Kemenkominfo kembali meluncurkan program jaringan internet gratis kepada desa-desa di seluruh Indonesia. Program yang di sebut dengan desa broadband terpadu ini sudah mu...
Permendagri No. 66 Tahun 2017 Tentang Pemberhentian Kepala Desa Info Desa - Pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa kembali diatur Pemerintah melalui Permendagri No. 66 Tahun 2017. Sebelumnya aturan tersebut sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri...
Turnamen Futsal Pepda Cup, Motivasi Olahraga Pemuda Bengkalis Bengkalis - Pedekik.com. PEPDA, Pemuda Pembangun Desa atau yang lebih dikenal dengan PEPDA merupakan salah satu Organisasi Pemuda di Desa Pedekik yang berdomisili tepatnya di Dusun III Pedekik Dar...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top