Posisi Anda
Home > Teknologi > Inilah Teknologi Rumah Tahan Gempa Dengan Konsep Cukup Sederhana

Inilah Teknologi Rumah Tahan Gempa Dengan Konsep Cukup Sederhana

Teknologi rumah tahan gempa

Teknologi – Teknologi rumah tahan gempa juga sudah ada di Indonesia. Baik yang dibangun dengan konsep tradisional maupun dengan teknik modern.

Sebelumnya Pedekik.com juga sudah merilis 5 Cara Mencegah Banjir Secara Alami Di Desa Dan Kota Indonesia. Nah kali ini kita akan mengenal lebih jauh konsep rumah yang anti bencana gempa.

Indonesia terletak di benua Asia, dan secara spesifik letak geografis negara ini berada di tengah dua lautan luas, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Kemudian, Indonesia juga diapit oleh dua benua, yakni Asia dan Australia. Alhasil, Indonesia berada di tengah 3 lempeng tektonik besar, meliputi :
 Lempeng Indo-Australia,
 Lempeng Eurasia, dan
 Lempeng Pasifik.

Selain letak geografis, banyak gunung berapi yang berlokasi di seluruh penjuru Indonesia. Di antara total keseluruhan gunung berapi di Indonesia, jumlah gunung aktifnya mencapai 129 gunung.

Oleh karena itu, gempa sangat sering terjadi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Hal itu bisa terjadi sebagaimana gunung aktif lebih banyak dijumpai di desa ketimbang di kota. Itu berarti ancaman gempa lebih besar berada di daerah pedesaan ketimbang perkotaan.

Untuk itu, sebagai warga desa mungkin perlu juga mengetahui bagaimana konsep rumah yang tahan gempa untuk dijadikan tempat tinggal agar aman dan selamat dari gempa.

Berikut ini beberapa contoh teknologi rumah tahan gempa yang ada di Indonesia :

1. Rumah Omo Sebua

Omo Sebua adalah rumah tradisional yang dibangun secara khusus untuk para kepala desa. Oleh karena itu, rumah ini cenderung di bangun di pusat desa untuk memudahkan akses para pemangku kepentingan desa.

Omo Sebua berasal dari kepulauan Nias, Sumatera Utara. Rumah tradisional ini dibangun dengan beralaskan tumpukan kayu ulin besar sebagai pondasi. Di bawah tumpukkan kayu, pondasi rumah Omo Sebua juga mencakup lempengan batu besar serta bahan-bahan lainnya yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas terhadap gempa bumi.

Sebenarnya teknologi yang diterapkan pada pondasi tersebut tak sengaja dibuat sebagai rumah tahan gempa. Hanya saja ternyata setelah diteliti karena memang Nias merupakan sebuah kepulauan yang rentan alami gempa maupun tsunami, rumah Omo Sebua memiliki pondasi yang begitu kokoh sehingga membuat tradisi ini mampu menjadi rumah tahan gempa .

Kemudian, atap rumah Omo Sebua dibangun dengan menjulang tinggi. Atap ini berbentuk seperti pelana yang sangat curam dengan ketinggan yang bisa mencapai 16 meter. Bentuk atap yang seperti pelana ini bisa bermanfaat supaya cegah kebocoran karena perlindungannya terhadap air hujan jauh lebih baik dibandingkan bentuk atap lainnya.

2. Rumah Omo Hada

Konsep rumah Omo Hada juga merupakan rumah tradisional yang berasal dari Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara. Konsep rumah ini juga memiliki teknologi tahan gempa seperti rumah Omo Sebua diatas, karena memang arsitekturnya sama.

Perbedaan paling utama antara kedua rumah tersebut adalah sasaran penghuninya. Jika sebelumnya Omo Sebua dibuat untuk para kepala desa, namun kini pembangunan rumah Omo Hada ditujukan untuk masyarakat desa.

Prinsip arsitektur rumah Omo Hada serupa dengan rumah Omo Sebua. Hal itu membuat hunian tradisional ini bisa menjadi rumah tahan gempa di desa.

Dengan begitu, meskipun gempa melanda Kepulauan Nias, masyarakat desa disana tak perlu ambil pusing dan teramat khawatir akan tempat tinggal mereka dan segala harta benda yang ada di dalamnya.

3. Rumah Teletubbies

Masih dari Indonesia, yakni rumah tahan gempa satu ini tepatnya berasal dari Yogyakarta. Kalau Anda pernah menyaksikan acara kartun Teletubbies, maka melihat rumah ini akan mengingatkan Anda akan hunian Teletubbies yang berbentuk seperti kubah di acara tersebut. Itu juga mengapa rumah tahan gempa yang satu ini diberi nama Teletubbies.

Sebenarnya model rumah tahan gempa bernama Teletubbies ini dibangun selepas gempa tahun 2006 lalu yang membumi lantahkan pemukiman warga Yogyakarta tanpa ada sisa sedikit pun.

Oleh karen itu, bermula dari dana bantuan pemerintah sekaligus dukungan organisasi non-pemerintah (NGO), dibangunlah rumah tahan gempa sebagai pengganti hunian laka dengan konsep rumah Teletubbies.

Baca Juga :   Begini Pelacakan Google Di Internet Sehingga Menguasai Dunia

Teknologi Rumah anti gempa ini memiliki pondasi yang kuat dengan menggunakan batu kali. Pondasi diperastukan dengan kuat dengan kolom serta di atasnya terdapat sloof yang mana menjadi pengikat erat kolom-kolom tersebut.

Tak lupa juga angker diberikan pada sloof guna membuat ikatannya semakin erat pada setiap jarak 0,5 meter antar pondasi yang satu ke pondaai lainnya.

Kemudian, dinding rumah Teletubbies dibangun dengan bentuk dome alias kubah. Bentuk ini bisa didapatkan oleh karena menggunakan cetakan khusus untuk kerangka dindingnya.

Kemudian, lebih dulu dinding rumah dilapisi dengan beton. Baru diapasanglah kerangka besi yang dicor.

Lalu, dilapisi lagi dinding rumah dengan beton untuk kedua kalinya. Alhasil, hunian Teletubbies ini amat kokoh dan mampu menahan guncangan sehingga layak dijadikan rumah tahan gempa dengan teknologi arsitektur modern di desa.

Selain sebagai rumah tahan gempa, hunian Teletubbies ini unik, menarik, dan cantik. Jadi, rumah Teletubbies ini pun menarik perhatian seluruh mata yang memandang.

Tak ayal menimbulkan daya tarik tersendiri bagi daerah Yogyakarta agar jumlah wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, kian meningkat untuk berkunjung kesana.

4. Rumah Berbasis Teknologi Poly Propylene Band Mesh (PPBM)

Sebagai inspirasi berikutnya untuk teknologi rumah tahan gempa kali ini tidak lagi berasal dari dalam negeri, melainkan berasal dari Negeri Sakura, Jepang.

Rumah tahan gempa berbasis teknologi Poly Propylene Band Mesh (PPBM) merupakan buah karya dari penelitian seorang guru besar bernama Prof. Dr. Kimiro MEGURO.

Beliau bukan hanya seorang guru besar ternama dan berjasa, melainkan beliau juga menjabat sebagai Director International Center for Urban Safety Engineering Institute of Industrial Science, The University of Tokyo, yang juga menjabat sebagai President of Japan Society of Earthquake Engineering.

Pada suatu kesempatan, beliau pernah menjelaskan bahwasanya konsep rumah PPBM merupakan sebuah teknologi baru dari hasil riset yang mendalam dan rumit hingga mampu jadi metode penguat pada dinding bangunan atau tembok gedung.

Teknologi PPBM menggunakan plastik pengikat berbahan Poly Propylene guna menguatkan tembok rumah supaya tidak runtuh tatkala gempa menghadang.

Bahan Poly Propylene akhirnya dipilih karena bahan ini sangat mudah didapatkan di seluruh penjuru manapun di dunia.

Kekuatan plastik berbahan Poly Propylene juga sudah terbukti dalam kehidupan sehari-hari yang mana pengikat atau tali dengan bahan serupa telah digunakan secara luas, terutama dalam pengemasan tekstil, karpet, kardus, dll.

Pokoknya tali berbahan Poly Propylen telah terbukti sangat kuat dan ampuh untuk menopang benda seberat apapun.

Penerapan teknologi PPBM dalam rumah tahan gempa di desa juga bukan hal rumit. Prinsipnya masih sama yaitu perihal ikat-mengikat.

Plastik Poly Propylene dipilin ke dinding kemudian direkatkan seperti disolder. Anyaman dengan tali Poly Propylene bisa digunakan ke berbagai jenis bangunan, baik bangunan yang sedang didirikan secara bertahap maupun bangunan yang telah jadi.

Membangun rumah tahan gempa berbasis teknologi PPBM sebenarnya begitu sederhana. Sama juga untuk menerapkan teknologi PPBM pada hunian yang telah siap pakai supaya kelak menjadi runah tahan gempa di desa.

Cara penerapan konsep teknologi rumah PPBM yang tahan gempa untuk hunian yang telah jadi, yaitu :

• Melubangi lebih dulu dinding hunian di banyak titik hingga terbentuk pola anyaman.
• Kemudian, merekatkan plastik Poly Propylene pada lubang yang telah disiapkan agar membentuk sebuah anyaman berbentuk segi empat,
• Lalu, solder juga plastik tersebut agar menjadi jala penahan dinding saat terjadi gempa,
• Terakhir lapisi alias plester lagi bangunan supaya terlihat seperti sedia kala.

Demikianlah beberapa contoh teknologi rumah tahan gempa yang ada di Indonesia sebagai pengetahuan umum bagi masyarakat. Bukan cuma rumah unik anti gempa yang ada di negeri kita, Konsep Rumah Terbalik Ini Pun Ternyata Berada Di Indonesia. (Ev0)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Mau Bikin Acara Siaran Langsung? Pakai Facebook Aja Facebook, Pedekik.com - Pengguna facebook yang menggunakan laptop atau PC sekarang sudah bisa buat acara siaran langsung di facebook. Sebelumnya fitur ini hanya tersedia di Handphone. Fitur baru ini r...
Potensi Teknologi Kincir Angin Di Daerah Perdesaan Indonesia Info Tekno – Teknologi Kincir Angin dari Belanda juga memiliki potensi yang bagus untuk di terapkan di wilayah perdesaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ...
Ini Dia Aplikasi Kamera Android yang punya Fitur Sama dengan DLSR Teknologi, pedekik.com - Banyak sekali aplikasi kamera android yang saat ini tersedia sebagai pelengkap smartphone anda. Bahkan ada yang fiturnya menyamai kamera DLSR sekelas Nikon atau Canon. Bagi...
Teknik Budidaya Tanaman Kenaf Di Lahan Gambut Lahan gambut tergolong lahan bermasalah, karena mempunyai sifat-sifat antara lain: ketebalan gambut yang cepat menyusut, daya tahan rendah, sifat mengerut yang sulit kembali yang mengakibatkan daya re...
Memahami Fungsi Div Dan Stylenya Pada HTML Atau PHP Div bisa dikatakan sebagai kontainer untuk kode HTML apa saja yang ingin anda tampilkan di dalamnya. HTML Div bisa anda gunakan untuk melakukan sedikit modifikasi pada tampilan blog anda. Pengetahuan ...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top