Posisi Anda
Home > Berita desa > Jumlah Desa Tertinggal Di Indonesia Masih Tinggi

Jumlah Desa Tertinggal Di Indonesia Masih Tinggi

desa-tertinggal

Berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) 2014, terdapat 20.168 desa tertinggal. Angka ini merupakan 27,22 persen dari jumlah total desa yang ada di Indonesia, yang mencapai 74.093 desa.

Adapun sebaran desa tertinggal terbanyak di Pulau Papua, dengan jumlah mencapai 6.139 desa.

Sementara itu desa berkembang dan desa mandiri paling banyak ada di Pulau Jawa-Bali. Di Pulau Jawa-Bali jumlah desa berkembang mencapai 20.827 desa, dan desa mandiri mencapai 2.253 desa.

IPD 2014 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada hari ini, Selasa (20/10/2015) dimaksudkan menjadi acuan bagi pemerintah untuk program pengembangan desa.

Kepala BPS Suryamin dalam peluncuran buku IPD 2014 menyampaikan, agenda RPJMN 2015-2019 yakni pembangunan desa bisa memanfaatkan data IPD 2014 ini.

“Mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang, dan mengentaskan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri,” tutur Suryamin.

Baca Juga :   Bupati Bengkalis Berkurban Seekor Sapi Di Desa Pedekik

Suryamin memaparkan, ada 43 indikator dalam mengukur IPD 2014. Lima dimensi yang dilihat dari perkembangan sebuah desa yakni dimensi pelayanan dasar, dimensi infrastruktur dasar, dimensi transportasi, dimensi pelayanan publik, serta dimensi penyelenggaraan pemerintah.

Dari hasil pengukuran tersebut, desa di Indonesia diklasifikasikan menjadi tiga desa, yakni desa mandiri, desa berkembang, dan desa tertinggal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil berharap, buku IPD 2014 memberikan manfaat baik bagi pembangunan desa.

Meski begitu, dia menambahkan, ke depan perlu dilakukan perbaikan akurasi. Hal ini diperlukan agar program pembangunan desa yang dilakukan pemerintah tidak kontraproduktif.

“Saya lihat sekarang ini banyak program tidak ekonomis. Misalnya, semua kabupaten buat pelabuhan. Padahal pelabuhan itu kalau skalanya kecil malah tidak ekonomis. Jadi yang diinvestasikan malah wasted,” ucap Sofyan.

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Berbagai Jenis Usaha Bumdes Yang Bisa Dijadikan Peluang Info Desa – Banyak sekali jenis usaha bumdes yang bisa dijadikan peluang bisnis untuk mendirikan unit usaha. Yang paling penting sebelum hal itu diwujudkan adalah studi kelayakan terhadap jenis usaha ...
Data Laporan Bulanan Nopember 2014 Berikut ini adalah tabel Data Kependudukan ( Monografi) Laporan Bulanan Desa Pedekik ke Kantor Camat Bengkalis untuk bulan Nopember Tahun 2014. Data tersebut merupakan data valid yang tercantum di dal...
Cara Bikin Website Desa #3 Bengkalis - Pedekik.com, Lanjut mas bro... Ini artikel sambungan bagian 3 dari tutorial cara bikin website desa yang sudah saya tulis sebelumnya. (Lihat cara bikin website desa #2) Sedikit mengulan...
Desa-desa ini Di Anggap Tidak Transparan Oleh Inspektorat, Kenapa ? Info desa - Transparansi penggunaan dana desa sudah menjadi keharusan untuk di praktekkan. Mengingat jumlah dana desa dari pusat kian tahun semakin besar dan meningkat. Disamping itu Pemerintah jug...
Persyaratan Membuat Kartu Keluarga (KK) Syarat untuk membuat Kartu Kelurga (KK) di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dasar Hukum : Perda Kab. No 02 Tahun 2009 Persyaratan sbb : 1. Kartu Keluarga yang lama 2. Formulir permohonan pem...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top