Posisi Anda
Home > Lifestyle > Kisah Inspirasi, Walau Tamatan SD Tapi Jadi Peternak Sukses Dengan Omset Milyaran

Kisah Inspirasi, Walau Tamatan SD Tapi Jadi Peternak Sukses Dengan Omset Milyaran

kisah inspirasi

Lifestyle – Perjalanan Hidup memang sulit ditebak. Kisah Inspirasi berikut ini menuturkan bagaimana seorang yang pendidikannya Cuma setingkat SD tapi mampu jadi pengusaha ternak dengan hasil milyaran perbulan.

Umumnya kita selalu dicekoki dengan retorika bahwa tingkat pendidikan adalah segalanya. Kalau kamu sarjana pasti nanti mudah cari kerja. Kalau kamu kuliah sampai S2, nanti akan semakin cepat kaya. Kalau kamu sekolah tinggi nanti akan dihormati banyak orang.

Begitu kira-kira konsep yang selama ini ada di benak kita. Padahal menurut saya prinsip itu sedikit bertendensi negative. Walaupun sisi lain juga ada benarnya.

Tidak sedikit kita jumpai sarjana yang akhirnya hanya pengangguran. Banyak sekolahnya tinggi tapi tak mampu buka usaha sendiri. Akhirnya mereka mati-matian ingin jadi karyawan atau pegawai. Eh, ujung-ujungnya malah korupsi yang dilakukan.

Jadi jangan sampai kita berpendidikan tinggi tetapi moral kita rendah sehingga menjadi bahan gosip orang lain. Coba ketahui Tips Agar Dirimu Tidak Menjadi Bahan Gosip Oleh Teman.

Bahkan ada juga kita temui orang yang sudah berpendidikan tinggi tapi tak punya moral. Sombong, merendahkan orang yang pendidikannya di bawah level dia. Seolah kalau orang pendidikannya rendah berarti dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga dipandang sebelah mata. Malah kadang tidak dipandang sama sekali.

Nah kisah inspirasi tentang pengusaha yang Cuma tamatan SD ini, menunjukkan bahwa statement dan retorika diatas tidak selamanya benar.

Baca Juga :   Tips Agar Dirimu Tidak Menjadi Bahan Gosip Oleh Teman

Bahkan mungkin dia lebih menguasai bidang peternakan, atau lebih ahli tentang pengetahuan hewan ketimbang mereka yang lulus dari sarjana peternakan sendiri.

Adalah seorang warga Malaysia yang bernama Saiful Azmir Zainuddin, usianya kini baru 33 tahun. Tetapi dia sudah memiliki peternakan sendiri dengan omset milyaran rupiah per tahun.

Jumlah sapi yang dipeliharanya kini mencapai 700an ekor. Kalau dihargai per ekornya Rp. 10 juta saja, maka sudah menghasilkan Rp. 7 Milyar.

Saiful Azmir hanya mengenyam pendidikan hingga bangku setingkat SD saja di Malaysia. Sekolah Rendah namanya.

Dia sengaja tidak mau melanjutkan pendidikannya. Karena dia bercita-cita ingin menjadi peternak yang sukses. Dan itu perlu dirintis dari awal. Toh untuk menjadi seorang peternak tidak dibutuhkan pendidikan yang tinggi.

Setamat sekolah Saiful bekerja sebagai kuli bangunan. Berapalah gaji seorang kuli. Per bulan dia paling hanya menghasilkan sekitar 750 ringgit saja. Atau lebih kurang Rp 2,5 juta.

Tetapi karena niatnya ingin jadi peternak dan bekerja sebagai kuli bangunan itu untuk sekedar batu loncatan saja. Disamping mencari modal awal merintis usahanya.

Dari penghsilan sebagai buruh itu sedikit-demi sedikit Ia sisihkan untuk ditabung buat membeli seekor sapi.

Lama-kelamaan sapinya mulai berkembang. Karena sudah mulai banyak otomatis pekerjaan buruh bangunan ia tinggalkan dan konsentrasi memelihara sapi.

Tidak butuh waktu terlalu lama. Dalam usia 18 tahun saja akhirnya Saiful sudah berhasil memeiliki 300 ekor sapi.

Baca Juga :   6 Manfaat Belajar Bahasa Inggeris Bagi Masyarakat Indonesia

Sehingga di usianya ke 19 Saiful Azmir mampu membeli rumah dan mobil dari hasil usaha ternaknya itu. Ini tentu suatu kisah yang patut dicontoh. Di usia muda sudah punya usaha dan mandiri.

Kemudian usahanya terus berkembang. Dia berusaha juga mencari pinjaman untuk tambahan modal usahanya. Selain kepada koperasi juga Saiful mendapat bantuan dari Pemerintah Malaysia untuk pengembangan usaha.

Dan kini Saiful Azmir Zainudin yang Cuma tamat Sekolah Rendah itu sudah bis membeli lahan seluas 0,8 hektare sebagai tempat usaha peternakannya.

Saat ini Sapi yang dimilikinya sudah mencapai 700 ekor dan Kambing 150 ekor. Ditambah lagi dengan Kerbau 30 ekor.

Menjadi peternak sapi sepertinya suatu cita-cita yang sangat sederhana. Namun itulah perjalanan hidup manusia. Siapa bilang jadi peternak tidak bisa menghasilkan omset Milyaran rupiah?

Nah, dengan kisah inspirasi ini mudah-mudahan menarik pembaca untuk terjun di bidang peternakan. Apalagi bagi masyarakat di pedesaan.

Karena apa yang dibuat oleh Saiful Azmir dari Malaysia ini sepertinya mudah ditiru oleh warga desa di Indonesia.

Lain Azmir dari Malaysia lain pula kisah sukses yang datang dari Eropa. Bahkan mereka masih anak-anak sudah punya kekayaan ratusan milyar. Baca kisahnya di Inilah Anak-Anak Terkaya Dunia, Usia 8 Tahun Punya Kekayaan Lebih 300 Milyar.

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

6 Manfaat Belajar Bahasa Inggeris Bagi Masyarakat Indonesia Lifestyle – Manfaat Belajar bahasa Inggeris ternyata tidak hanya dirasakan bagi siswa yang sedang duduk di bangku sekolah. Tetapi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Di era globalisasi yang tel...
5 Tempat Wisata Kuliner Di Semarang Yang Bisa Anda Kunjungi Saat Libur... Lifestyle – Banyak sekali tempat Wisata Kuliner Di Semarang sebagai tujuan anda ketika jalan-jalan atau saat liburan. Lebaran sekarang ini memang terasa meriah dan berbeda, selain lebih cepat dan t...
Cara Mengatasi Share Ke Facebook Tidak Muncul Gambar Dan Deskripsi Pos... Beberapa waktu yang lalu saya mengalami masalah fungsi open graph website wordpress saya. Dimana jika link posting web/blog di share ke facebook, gambar dan deskripsi posting nya tidak muncul. Hanya m...
5 Tips Sehat Saat Puasa Ini Akan Membuat Anda Tetap Segar dan Energik Lifestyle – Tips Sehat Saat Puasa ini perlu diakukan agar ibadah kita tetap sukses dan lancar sampai tuntas selama satu bulan. Saat bulan suci tiba, umat muslim diwajibkan untuk bisa berpuasa dan t...
Pernikahan Artis Nani Wijaya (72 tahun) dengan Sastrawan Ajip Rosidi (... Lifestyle - Aktris senior Nani Wijaya akan menikah lagi dengan seorang sastrawan kawakan Ajip Rosisdi. Perbedaan umur keduanya adalah Nani 72 tahun dan Ajip 79 tahun. Sudah kakek nenek tentunya. Be...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top