Posisi Anda
Home > Berita desa > Masyarakat Desa Ini Tolak Dana Desa 2,5 M, Tak Mau Kampungnya Dibangun

Masyarakat Desa Ini Tolak Dana Desa 2,5 M, Tak Mau Kampungnya Dibangun

rumah baduy

Top Info Desa – Masyarakat desa ini menolak Dana Desa senilai 2,5 Milyar karena tidak ingin kampungnya dibangun.

Sepertinya hal ini sangat jarang terjadi. Justeru yang ada biasanya malah minta tambah lebih banyak lagi kalau bisa.

Apalagi bagi Perangkat desa yang bekerja di Pemerintahan Desa. Pasti sangat senang kalau desanya bisa dapat bagian dana desa yang jumlahnya besar.

Namun di suatu desa yang terletak di Propinsi Banten ini justeru malah sebaliknya. Kepala Desa beserta masyarakatnya sepakat tidak mau menerima uang dari Pemerintah yang jumlahnya mencapai 2,5 Milyar.

Padahal anggaran sebesar itu untuk membangun desa yang bisa membuat desanya menjadi maju dan berkembang.

Adalah Masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten secara sepakat menolak bagian dana desa Rp2,5 miliar yang memang sudah jatahnya.

Baca Juga :   Pengertian dan Tujuan ADD Yang Harus Difahami Bagi Perangkat Desa

Mereka beranggapan bahwa pembangunan dari uang tersebut nanti bisa merusak kelestarian lingkungan dan adatnya.

“Penolakan itu, karena pembangunan dikhawatirkan merusak kelestarian adat,” kata Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Pemkab Lebak, Rusito seperti dikutip CNN Indonesia Kamis (14/2).

Rusito menyampaikan bahwa penolakan itu karena sudah menjadi keputusan masyarakat adat mereka. Menyikapi hal ini, kata Kadis PMD Lebak tersebut pihak Pemkab tidak bisa berbuat banyak.

Artinya Pemerintah menghargai kesepakatan adat Baduy masyarakat desa Kanekes itu.

“Kami menghormati dan menghargai keputusan adat warga Baduy. Sekarang dana 2,5 M itu dimasukkan ke anggaran kas daerah dan tidak bisa dikembalikan ke pemerintah pusat,” terang Rusito.

Baca Juga :   Bulan Ini Pengiriman Kepala Desa Ke Luar Negeri Dimulai, Siapa saja yang ikut?

Jika memang masyarakat desa tidak mau menerima dana pusat itu nanti bisa diberikan kepada desa lain untuk pengalokasian tahun berikutnya, jelas Rusito lebih lanjut.

Masyarakat Baduy desa Kanekes menolak anggaran pusat itu karena khawatir pembangunan infrastruktur didesanya akan menggeser nilai-nilai budaya dan adat mereka.

Karena warga desa Kanekes Leuwidamar memang menghindari gaya hidup modern. Mereka tidak menggunakan alat-alat elektronik, penerangan listrik termasuk juga pembangunan jalan.

Masyarakat desa suku Baduy sangat menjaga kelestarian adat dan budaya leluhurnya turun temurun. Sehingga tidak mau desanya dibangun.

Padahal desa Baduy Kanekes di Lebak Banten itu mendapat jatah dana desa yang cukup besar karena termasuk desa tertinggal.

Baca Juga :   Koramil Bengkalis Mengadakan Karya Bhakti Di Monumen Perjuangan Pedekik

Kepala Desa Kanekes yang juga pemuka adat, Jaro Saija, menerangkan bahwa penolakan uang itu berdasarkan musyawarah pemangku adat.

Namun diketahui pada tahun sebelumnya masyarakat desa Baduy Kanekes itu telah menerima anggaran Dana Desa yang digunakan untuk pembangunan tersebut.

“Iya benar, alasan ditolak sebab hasil kesepakatan. Para pemangku adat khawatir di sini kalau diterima akan diperkembangkan, dimajukan. Kan di sini tanah ulayat, masuk (dana desa) permanen, jalan paving block tidak boleh dilakukan. Takut nanti ada rusak,” terang Saija seperti dilansir detikcom, Kamis (14/2).

Yang jelas penolakan dana desa itu tidak ada kaitan dengan pilpres. Walaupun ada info Charta Politika, Survey Perangkat Desa Dan PNS Prabowo Unggul Di Pilpres. (ev0)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Akibat Biaya Pengurusan Surat Tanah, Semua Perangkat Desa ini Di Perik... Info desa - Biaya Pengurusan surat tanah di wilayah perdesaan terkadang menjadi boomerang bagi perangkat desa. Tidak sedikit juga yang menjadi kontroveri dan muncul polemik. Karena desa merupakan peme...
Banyak Kasus Perangkat Desa Terjerat UU Pemilu, Begini Ceritanya Top Info Desa – Banyak kasus perangkat desa terjerat UU Pemilu sehingga harus berurusan dengan pengadilan. Menjelang Pemilihan Umum serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17 April mendatang, ba...
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435H Mesjid Sabilillah Bengkalis - Dalam rangka Hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1435H, Mesjid Sabilillah Desa Pedekik Bengkalis mengadakan acara Pengajian yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 14 Januari ...
Berbagai Jenis Usaha Bumdes Yang Bisa Dijadikan Peluang Info Desa – Banyak sekali jenis usaha bumdes yang bisa dijadikan peluang bisnis untuk mendirikan unit usaha. Yang paling penting sebelum hal itu diwujudkan adalah studi kelayakan terhadap jenis usaha ...
Indikasi Korupsi Dana Desa Capai 5000 Keluhan Di Kemendes, Apakah Desa... Info Desa – Kementerian Desa telah menerima aspirasi masyarakat terkait indikasi Korupsi dana Desa mencapai 5000 lebih aduan. Korupsi Dana Desa itu bisa jadi satu fenomena baru yang di bicarakan masya...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top