Posisi Anda
Home > Berita desa > Menteri Tjahjo Kumolo Mengingatkan Dana Desa Ada Karena Jokowi, Benarkah?

Menteri Tjahjo Kumolo Mengingatkan Dana Desa Ada Karena Jokowi, Benarkah?

Tjahjo Kumolo

Top Info Desa – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada Kepala Desa bahwa adanya dana desa karena Presiden Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan dihadapan ribuan Kepala Desa yang ikut hadir dalam acara Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintah Desa pada hari Rabu (20/2/2019) di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta.

Melansir berita Tempo.co online edisi 20/2/2019 Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan meminta agar para Kepala Desa berdiri untuk mengucapkan yel-yel yang diajarkannya.

“Kalau saya bilang Dana Desa, jawab Pak Jokowi,” ujar Mendagri.

“Dana Desa!” teriak pak Menteri Tjahjo.

“Pak Jokowi,” jawab para kepala desa serentak.

“Ingat, anggaran dana desa karena ada pak Jokowi,” lanjut Tjahjo sambil mengakhiri sambutannya.

Baca Juga :   Begini Sistem Keuangan Desa Dan Prosedur Penganggarannya

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada ribuan Kades yang hadir di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol itu.

Dalam pengarahannya Presiden meminta supaya Kepala Desa menggunakan dana yang sudah diberikan untuk kepentingan desa. Karena selama ini Dana Desa yang dikucurkan sudah mencapai Rp. 257 triliun.

Jokowi berharap dana desa mampu mensejahterakan masyarakat di desa. Dan tidak muter ke daerah Kota.

Jika bantuan pusat itu digunakan untuk membangun infrastruktur, maka material dan bahannya harus berasal dari sumber yang ada di desa. Juga harus memanfaatkan tenaga kerja yang ada di desa.

“Kalau banyak uang yang berputar di desa, otomatis akan memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi usahakan tetap muter di desa,” kata Presiden seperti di tulis Tempo.

Baca Juga :   Mengenal Program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades)

Bapak presiden juga menghimbau agar dana desa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Misalnya untuk membangun potensi objek wisata. Seperti yang dilakukan di Desa Ponggok, Jawa Tengah.

Dari hasil pengelolaan wisata desa di Klaten tersebut, Desa Ponggok mampu meraih omset hingga 14 Milyar setahun.

Disamping itu dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk menggali dan meningkatkan produk unggulan desa. Supaya hasilnya maksimal dan kualitasnya semakin bagus.

Sebagaimana diketahui sejak Jokowi menjabat desa-desa di Indonesia mendapat bantuan keuangan dari pusat yang diberikan setiap tahunnya.

Karena alasan itulah mungkin Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengambil kesimpulan bahwa Dana Desa ada karena Presiden Jokowi.

Lantas apakah jika Jokowi tidak jadi presiden lagi, kemudian dana desa akan dihentikan? Tentu tidak semudah itu. Karena bagaimanapun DPR juga punya peran dalam menentukan sebuah kebijakan.

Baca Juga :   Ini 4 Jenis Produk Unggulan Desa Di Kabupaten Bengkalis

Sementara pemerintah memang wajib menjalankan program yang sudah disepakati sesuai undang-undang dan aturan yang ada.

Walaupun Tjahjo Kumolo mengatakan dana desa ada karena Jokowi, namun ternyata ada juga desa yang tidak mau menerima uang dari bantuan pusat tersebut. Seperti yang sudah dilakukan Masyarakat Desa Ini Tolak Dana Desa 2,5 M, Tak Mau Kampungnya Dibangun. (ev0)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top