Posisi Anda
Home > Berita desa > Peran Pemuda Desa dalam Program Inovasi Pemberdayaan

Peran Pemuda Desa dalam Program Inovasi Pemberdayaan

Info Desa – Peran pemuda Desa sangat diperlukan dalam banyak aspek kehidupan. Termasuk peran pemuda di dalam menjalankan Program Inovasi Desa (PID) yang baru saja dicanangkan oleh pemerintah.

Dalam rangka upaya mewujudkan optimalisasi pembangunan desa melalui dana yang setiap tahunnya dianggarkan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi (Kemendes PDTT) meluncurkan sebuah terobosan baru berupa Program Inovasi Desa (PID).

Melalui lahirnya program ini, maka diharapkan kapasitas masyarakat desa, termasuk kemampuan para aparatur desa, bisa meningkat dalam melakukan tata kelola desa.

Apalagi desa-desa di Indonesia tak hanya dianugerahi dengan pemandangannya yang luar biasa apik, namun juga disertai sumber daya alam (SDA) yang begitu kaya.

Bahkan, kekayaan alam yang dimiliki oleh Republik Indonesia bisa dibilang mengalahkan SDA yang dimiliki berbagai negara maju. Sebut saja negeri kincir angin–Belanda yang saat ini merupakan negara kaya setelah menikmati kekayaan alam Indonesia selama 350 tahun lamanya.

Selepas Indonesia dijajah, masyarakat Indonesia, termasuk para pemuda, sampai saat ini masih bisa menikmati alam negeri ini yang begitu kaya. Maka, sudah tak perlu ragu lagi bahwa Indonesia itu sebenarnya tercipta dengan alam yang begitu kaya, bukan ?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa selepas puluhan tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, masih banyak desa yang memiliki kemampuan terbatas dalam mengelola kekayaan alam dengan disertai dukungan berupa dana yang dianggarkan setiap tahunnya.

Padahal seiring dengan berjalannya waktu, jumlah para pemuda desa kian meningkat yang berarti banyaknya masyarakat berusia produktif seharusnya bertambah.

Namun sayangnya pertambahan jumlah masyarakat berusia produktif belum sejalan dengan kemampuan mereka untuk menghasilkan karya maupun menciptakan inovasi. Alhasil, peran pemuda sampai saat ini belum banyak dirasakan di negara kita ini.

Padahal, peran pemuda tidak sebatas untuk menghasilkan kemajuan jangka pendek yang dirasakan sekarang, namun pemuda juga harus memiliki kemampuan guna melatih bibit-bibit yang ada saat ini.

Dengan begitu, bibit-bibit yang dididik dan dilatih oleh para pemuda bisa menjadi generasi penerus bangsa yang terus membawa kemajuan bagi negara ini.

Pada akhirnya, Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari kemajuan yang berlangsung lebih pesat dari negara lain.

Bahkan, besar harapan supaya Indonesia pun tidak melulu hanya menjadi negara berkembang, melainkan suatu saat sejajar dengan negara maju lainnya.

Balik lagi ke topik Peran Pemuda dalam Program Inovasi Desa (PID), sebenarnya apa saja yang bisa dilakukan masyarakat, khususnya mereka yang berusia produktif, guna menciptakan pembaharuan yang bisa membawa kemajuan ?

Baiklah kalau begitu, mari kita bahas lebih lanjut mengenai peran pemuda dalam Program Inovasi Desa.

Peran pemuda desa wajib diikutsertakan dalam pelaksanaan program inovasi yang dicanangkan oleh pemerintah. Inovasi para pemuda mencakup ide-ide kreatif yang kekinian alias sesuai dengan segala bentuk perkembangan zaman.

Nah, berikut ini bidang-bidang apa saja yang bisa termasuk ke dalam peran pemuda desa dalam Program Inovasi untuk pemberdayaan masyarakat Desa :

1. Bidang Kewirausahaan

Wirausaha merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh orang-orang guna mendapatkan rezeki supaya mampu memenuhi segala kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Dari judulnya saja sudah mengandung sebuah usaha, maka itu berarti butuh leeja keras dengan mencurahkan segala kemampuan terbaik supaya bisa mendapat hasil yang maksimal.

Berinovasi dalam bidang wirausaha supaya mewujudkan sebuah kemajuan bagi desa haruslah disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri.

Bidang ini sudah pasti berkaitan dengan beraneka ragam bidang lainnya. Misalnya bidang yang identik dengan potensi di desa adalah pertanian atau perikanan.

Kalau tentang pertanian, maka peran pemuda bisa berupa menciptakan alat terbaru guna meningkatkan efektivitas dan efesiensi produksi tani, sehingga hasil panen pun dapat maksimal.

Contohnya pemuda mampu menciptakan alat penggiling padi, apalagi alat tersebut bisa diciptakan dari alat-alat yang tidak dipakai di bengkel.

Baca Juga :   Mendagri Minta Tolak Perekrutan Pendamping Desa Yang Tidak Kompeten

Peran pemuda desa yang lain di dunia perikanan misalnya menciptakan teknologi supaya membantu nelayan memikat ikan di laut. Sebut saja seperti LED ikan yang diciptakan oleh Agus Cahyadi–seorang peneliti Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).

Penemuan itu sebenarnya sangat sederhana, namun sangat aplikatif dan bermanfaat bagi nelayan. Hal itu sudah terbukti dengan tangkapan ikan yang meningkat pada nelayan yang menggunakan lampu LEDikan.

2. Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Belakangan ini, bidang teknologi informasi dan komunikasi ini sangat berkaitan erat dengan dunia daring alias TIK berbasis internet.

Sudah banyak sekali lini masa alias media sosial (medsos) yang hadir sehingga memudahkan segala akses pemberian informasi dan kemampuan untuk saling berkomunikasi.

Kemudahan itu janganlah digunakan hanya untuk mencurahkan isi hati dengan berbagai status berisi kegalauan semata.

Lebih baik, perkembangan teknologi dan informasi ini dimanfaatkan oleh para pemuda desa untuk hal-hal bermanfaat. Salah satunya, pemuda bisa berinovasi dalam promosi penjualan dan wisata, sekaligus berbagi ilmu tentang karang taruna atau kegiataan berfaedah yang lain.

Peran pemuda yang mampu berinovasi seperti itu akan membuat promosi bisa diakses oleh siapapun di seluruh belahan dunia manapun melalui hadirnya internet.

Alhasil, pemuda mampu berperan aktif untuk memberikan kemajuan positif bagi desanya.

3. Bidang Olahraga

Masyarakat desa mungkin jauh lebih aktif dalam mekalukan olahraga. Tidak seperti masyarakat kota yang cenderung lebih senang menjadi penonton.

Wajar saja begitu karena meskipun sarana olaharaga lebih memfasilitasi masyarakat perokataan, namun begitu banyak dari mereka yang dituntut untuk menghabiskan waktu dalam bekerja.

Hal itu membuat mereka enggan berolahraga dan memilih habiskan waktu luang untuk istirahat atau mencari hiburan lainnya.

Situasinya berbeda dengan di desa yang mana meskipun fasilitas sarana dan prasarana olahraga kurang menduking, namun masyarakatnya lebih aktif untuk berolahraga. Misalnya saja sepak bola dan bulu tangkis.

Supaya aktivitas olaharaga di desa berjalan optimal, maka dibutuhkanlah peran pemuda desa untuk aktif menjalankan kepengurusannya. Hal ini bertujuan supaya aktivitas olahraga bisa terstruktur dengan baik.

Aktivitas itu meliputi program pelatihan maupun diadakan turnamen. Dengan inovaai seperti itu, daya kompetitif masyarakat tercilta sehingga mereka terus berpacu mengasah kemampuan agar terus maju.

Bahkan diharapkan dengan adanya inovasi seperti ini bisa mencetak bibit-bibit unggul yang kelak mampu menjadi penerus atlet nasional maupun internasional di masa depan.

4. Bidang Pembinaan Pemuda

Selain bidang olahraga, pemuda pun harus dibina untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai aspek lainnya. Apalagi para pemuda yang terkenal dengan kenakalannya adalah mereka yang wajib dibina.

Pembinaan ini merupakan sebuah inovasi yang sekaligus menjadi solusi untuk menhilangkan kenakalan yang ada pada diri para remaja di desa.

Sebenarnya olahraga yang baru saja dibahas adalah salah satu aspek yang bisa dibina pada remaja. Selain itu, ada juga aspek lain, seperti nilai-nilai religi atau keagamaan.

Misalnya karena memang mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, maka diadakan program inovasi yang mencakup beragam aktivitas di masjid.

Dengan begitu, para remaja mendapatkan ilmu-ilmu agama yang tentu bermanfaat dan membuat mereka menghindari segala perbuatan yang menyimpang.

Tentu menjadi remaja masjid jauh lebih baik daripada para remaja yang hanya nongkrong disana-sini tanpa berguna.

Sekian dulu artiken kali ini. Semoga bisa menjadi insipirasi bagi para pemudah desa supaya bisa berperan dalam Program Inovasi Desa (PID).

Sebenarnya bukan pemuda saja yang harus berperan untuk kemajuan desa, Tetapi Peran Wanita Dalam Membangun Desa, Begini Kata Camel Petir, juga sangat di harapkan. (Ev0)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Pedekik Juara II Lomba Desa Tingkat Kecamatan Bengkalis Bengkalis - Pemerintah Kecamatan Bengkalis beberapa waktu lalu mengadakan lomba desa tingkat kecamatan Bengkalis tahun 2014. Lomba desa ini di ikuti oleh seluruh desa yang ada di lingkungan kecamatan ...
Jenis Permainan Rakyat HUT RI Ke 69 Desa Pedekik Bengkalis - Dalam rangka menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69 Tahun 2014, seperti biasa Pemerintah desa Pedekik beserta masyarakat akan mengadakan beberapa permainan rakyat yang akan di adakan tep...
Permendagri No. 20 Tahun 2018 Tentang Perubahan Pengelolaan Keuangan D... Berita Desa – Permendagri No. 20 Tahun 2018 merupakan Peraturan Menteri tentang perubahan pengelolaan keuangan desa yang sebelumnya diatur dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Pengelolaan keuang...
Peringatan Maulid Nabi 2014 Desa Pedekik Bengkalis Bengkalis - Peringatan Maulid Nabi Desa Pedekik kali ini agak berbeda dari peringatan Maulid Nabi SAW yang sering dilaksanakan di mesjid-mesjid dalam lingkungan Desa Pedekik. Kalau biasanya acara maul...
Data Laporan Bulanan April 2015 Berikut ini adalah tabel Data Kependudukan ( Monografi) Laporan Bulanan Desa Pedekik ke Kantor Camat Bengkalis untuk bulan April Tahun 2015. Data tersebut merupakan data valid yang tercantum di dalam ...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top