Posisi Anda
Home > Bisnis > Strategi Meningkatkan Penjualan Produk Agar Laris dan Repeat Order

Strategi Meningkatkan Penjualan Produk Agar Laris dan Repeat Order

Strategi Meningkatkan Penjualan

Strategi Meningkatkan Penjualan Produk Anda agar pelanggan mau repeat order atau membeli ulang sehingga bisnis Anda laris manis sangatlah perlu dikuasai oleh pebisnis milenial saat ini.

Kami membantu para pengusaha seperti Anda untuk meningkatkan hasil profit dari bisnis Anda dan juga menghemat waktu agar Anda bisa menikmati hidup yang lebih baik lagi. Ayo kita bicara kan bagaimana cara meningkatkan penjualan atau average sale.

Jadi ceritanya gini, orang udah beli, kenapa cuman beli 1 produk? Orang udah buka PO, kenapa POnya cuma sejuta? Nah di sini, yang kita sering kali lost (kehilangan pelanggan). Karena kita selalu sibuk mencari customer baru. Kita terlalu sibuk mencari leads baru.

Masalahnya, karena customer yang sudah order itu tidak di upsale dan di cross sale, tidak di coba untuk follow up, tidak ada sistem di perusahaan Anda Untuk mengencourage orang-orang Anda atau mengingatkan orang-orang Anda untuk terus menambahkan nilai setiap pembelian customer.

Mulai dari sekarang, tolong saya minta Anda jangan salahin karyawan Anda. “Ooh, karyawan saya sih sudah saya ingetin berkali-kali.”

Oke, tapi kalau belum di sistemasi, tidak ada insentifnya atau tidak ada fokus perusahaan untuk ke situ ya tetep aja, karyawan adalah karyawan. Jadi mereka harus di bantu dan harus dipimpin.

Kalau saya bilang, kalau karyawan Anda kurang perform artinya bosnya kurang bagus atau sistem usahanya kurang bagus.

Oke, mari kita bahas strategi meningkatkan penjualan produk usaha Anda disini. Untuk tahap awal, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab.

Apa sih yang market Anda butuhkan? Apa yang konsumen market Anda butuhkan?

Contohnya, kalau Anda jualan baju, kita udah lihat sekarang kan. Kalau misal toko Anda itu cuma baju tho’. Baju atasan tho’. Otomatis paling orang beli 1, 2 udah cukup banyak, untuk budget mereka.

Coba sekarang kita banyak kan produknya, ada aksesoris, ada tas, Nah ini yang saya maksudkan, yaitu apa kebutuhan mereka. Tapi itu standart, kita udah tahu toko baju ada aksesoris, ada tas ada segala macem bahkan ada celana .Kadang-kadang ada sepatu.

Tapi, kalau kita lebih kreatif lagi ada beberapa toko baju yang sudah ada tailoring service. Jadi kalau celananya kepanjangan bisa di potongin. Ada yang sudah bisa beli online dan dia kirim, tapi ada biaya pengiriman .

Jadi itu akan jadi strategi meningkatkan penjualan (average sale) karena ada biaya pengiriman dan ada juga biaya service, ya kan. Ada juga yang ada dry cleaning mungkin. Ya kerja sama lah. Bukan artinya sekarang Anda harus buka dry cleaning, tapi kerja sama untuk servicenya.

Baca Juga :   Inilah 6 Usaha Modal Minim Yang Laris Manis Bagi Ibu Rumah Tangga

Ada juga mungkin produk-produk yang mereka beli misalnya untuk perawatan kulit, perawatan baju-baju tertentu, ya kan itu juga ada produk perawatan. Jadi, disitulah yang perlu Anda mulai pikirkan kalau ingin meningkatkan rata-rata penjualan produk bisnis Anda. Apakah list produk Anda sudah cukup banyak? Nah, kalau misalnya itu udah banyak, thats good.

Terus pertanyaan kedua adalah Apakah Anda sudah mencoba bikin daftar produk? Jadi contohnya begini, kami pernah mengcoaching toko cat. Toko cat itu punya sebuah checklist, daftar barang dan harganya.

Jadi, kalau ada pelanggan sudah sampai di kasir atau mungkin sambil dia belanja ketemu sama penjaga toko Anda, boleh berkomunikasi misalnya dengan bertanya ; “Belanja apa, bu?”

“Saya mau cari cat, saya lagi renovasi rumah, saya lagi nge cat rumah”, mungkin begitu jawaban ibu tersebut.

Nah, ini bagus. Mungkin Dia lagi bawa cat kan? atau dia bilang “oke saya mau cat rumah” misalnya.

Terus abis itu orang sales Anda bilang “Oh gitu, udah ada brushnya belum? kuasnya sudah punya belum?” “Toko kita juga ada kayaknya”

Nah, ibu ini tentu akan beli 2 macam produk.

“Kuasnya satu atau dua yang ada di rumah?”

“Wah saya nggak tau tuh. Kayaknya cuman 1”

“Boleh bu, saya ambilin lagi kuasnya, mau yang gede, mau yang kecil?”

“Ya ambilin deh yang gede”.

Oke, satu ya kan masuk ke basket. Terus dia abis itu check list lagi.

“Ibu kalau misalnya mau nge cat kan furniture ibu masih ada, kan?”

“Iya” jawab Ibu itu misalnya.

“Udah ada tutup, udah ada plastiknya belum buat nutupin?”

“O.. iya ya, saya lupa. Musti gitu ya, musti di tutup ya?”

“O iya mesti di tutup, bu. Kalau nggak nanti kasian cat nya kemana-mana”

“Ya udah deh berapa meter?”

“Ya tergantung, ibu punya sofa berapa?”

“Ini berapa, ini berapa?”

Akhirnya dia ambil plastik 5 meter taro ke basket.

“Bu, tadi kan beli kuas. Ada nggak dinding yang tinggi-tinggi?, apa dinding gede? soalnya kalau kuas itu kan lama, mendingan beli roller nya”.

Kalau roller kan perlu juga basketnya untuk roller itu. Lama-lama beli basketnya juga, akhirnya banyak pembeliannya dan di situlah seorang sales yang hebat. Itulah perusahaan yang hebat karena dia punya checklist dia tahu grouping produk per kebutuhan.

Kalau orang beli cat, temennya kuas, plastik, roller itu ada temennya . Setiap produk ada temennya.

Orang beli blouse, temennya rok, ya kan atau celana. Orang beli sepatu, temennya cleaner sepatu ya, leather cleaner. Orang beli tas mungkin leather cleaner buat tas atau beli tas mungkin yang ada scarfnya yang untuk dikubet-kubetin di tasnya atau ada matching i-ringsnya. Itu kan ada temennya.

Baca Juga :   4 Cara Promosi Bisnis Online Lewat Video Youtube

Jadi bagaimana dengan Toko atau usaha Anda? Apakah Anda sudah bikin checklist per kelompok produk? Dan disitulah keunggulannya kalau Anda bener-bener mau meningkatkan jumlah sales. Jadi ada sistemnya, baik itu orang kasir atau orang sales di lapangan yang melakukan, itu ada sistemnya

Ke tiga pertanyaannya adalah: Anda bisa paketin nggak? Anda bisa promosiin bareng nggak?

Jadi gini, kita tahu kan dari dulu kalau mau beli sabun cuci piring pasti brand tertentu. Kenapa? Karena dapet piring dari situ, karena dapet gelas dari situ, karena dapet box makanan dari situ.

Jadi kita beli sebuah barang, terus dapet sebuah barang lagi atau mungkin kadang-kadang dengan harga yang lebih tinggi tapi dapet dua, dua botol misalnya.

Nah, itu di kalkulasi. Kadang saya di supermarket berdiri di depan produk. Saya kalkulasikan. O iya, lebih deal itu ya. Ya udahlah cincai, lagian juga sama aja produknya. Kita ambil yang ada paket dealnya. Beli 1 dapat 2 misalnya.

Itu yang bisa Anda lakukan. Banyak sekali sih kalau di buku instant cash flow itu ada sekitar 60an strtaegilah untuk meningkatkan penjualan.

Tapi, intinya tugas Anda sebagai pengusaha adalah bikin sistem dan bikin program ini. Jangan expect sales Anda secara otomatis tau atau biarkan dia berkreasi sendiri, kalian sebagai pemilik usaha harus kreatif dong.

Eh, kalau pengusahanya aja nggak kreatif, gimana gue mau kreatif, ya. Itu tantangan saya untuk Anda sebagai seorang coach.

Oke, jadi kalau misalnya kita udah bahas itu semua, saya mau kasi tahu beberapa hal. Karena kadang-kadang strategi Anda untuk meningkatkan penjualan sudah bagus, ada moving banyak produk. Tapi kok cash flow Anda dan profitabilitas Anda nggak naik?

Ayo kita ngomong dari sisi keuangan dan bisnis. Apakah Anda sudah memilih produk yang profitable dan high cash flow.

Saya nggak tahu ya Anda di industri mana, tapi kalau untuk retail contohnya Hanya demi ngejar omset, Anda grouping produk-produk yang profitnya sangat tipis di sistem Anda, Anda harus fokuskan orang sales Anda ke produk yang profitnya lebih tebel. Dulu itu yang saya kerjakan.

Jadi itu sekitar 100an unit inventory dan saya harus fokuskan sales saya untuk menjual produk-produk yang profitable dan secara magic profit kita naik. Ya offcourse lah, kalau misalnya setiap produk yang mereka jual profitable ya pasti profit perusahaan pasti naik.

Saya pernah coaching sebuah restoran sunda, restoran kuring-kuringan. Pada saat mereka evaluasi, mereka melihat bahwa ternyata, produk gurame apapun, baik di goreng, mau di bakar itu paling profitable. Jadi kalau pelayan-pelayan dan server mempromosikan gurame itu perusahaan akan meningkatkan sisi profit.

Baca Juga :   4 Cara Menjadi Pengusaha Sukses Tanpa Modal

Jadi, saya masih inget itu bulan Januari bulan libur. Restoran itu di Solo saya masih inget dan mereka itu bikin tenda-tenda gurame spesial ala chef apa gitu. Pokoknya menunya yang gurame di kasih foto, yang bukan gurame cuma di kasih aja tulisan menunya. Orang kan biasanya beli apa yang di foto kan.

Jadi guramenya banyak di foto kan . Wah, dekorasinya semuanya gurame-gurame gitu, kan seolah-seolah restoran itu hanya jualan gurame, gitu kan. Makanya setiap kali di tanya “eh di sini spesialnya apa ya?” “Oh, gurame, bu” “yang ini enak, yang ini..ini…”

Ternyata di bulan Januari itu profitnya naik luar biasa. Karena penjualan gurame itu yang membuat untung banyak. Anda bisa memfokuskan karyawan Anda untuk menjual produk-produk yang profitable

Tapi kalau Anda aja nggak tahu, ya nanti lakunya random. Anda udah cape-cape mendapatkan strategi dan melakukan strategi ini dan itu kok profit tidak naik-naik? Omset mungkin naik tapi kan yang penting profit.

Kalau Anda bukan di industri retail atau industri B2B, misal Anda seorang kontraktor, Anda juga harus perhatikan cash flow. Jangan sampai Anda mempush sebuah paket atau sebuah promosi yang akan mengikat lagi cash flow Anda. Kalau bisa yang meningkatkan penjualan itu adalah high cash flow item. Jadi bisa jual putus. Jangan jual terus 120 hari kemudian baru bayar padahal materi udah keluar.

Selanjutnya strategi meningkatkan penjualan yang saya ingin Anda perhatikan adalah insentif.

Apa insentif bagi karyawan untuk meningkatkan rata-rata penjualan. Siapa yang incharge?

Kadang-kadang Anda mau melibatkan seorang customer service. Apa insentif mereka untuk 3 bulan ke depan agar bisa meningkatkan penjualan produk?

Kalau tidak ada insentifnya, dan Anda hanya mengingatkan terus, tapi Anda tidak excited, maka sales Anda paling banyak main game sambil jaga toko.

Bikinlah sebuah exciting, sebuah kontes. Siapa yang memenangkan , ada prizenya. Ya.. kira-kira seperti itu.

Jadi dari segala ide ini, apa yang Anda mau lakukan dulu?

Ya semoga Anda sudah dapat banyak informasi. Tapi yang penting, teruslah edukasi diri Anda sendiri untuk menemukan strategi penjualan yang baru dan bagaimana caranya.

Bukan hanya Anda fokuskan untuk mendapatkan customer baru, tapi juga meningkatkan penjualan Anda kepada customer-customer yang sudah beli.

Itulah antara lain strategi meningkatkan penjualan dari produk-produk dalam bisnis Anda. Semoga bermanfaat. (3v0)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top