
Seperti Provinsi lainnya, Provinsi Riau juga mengirimkan sebanyak 44 peserta dan 25 official untuk ikut meramaikan lomba MTQ Tingkat Nasional 2014 di Kepri ini. Dan juga mengikuti seluruh cabang kategori yang di perlombakan. Cabang yang di lombakan di antaranya adalah Tilawah tingkat anak-anak hingga dewasa, cabang syarhil Qur’an, cabang tafsir Qur’an bahasa Inggeris, kaligrafi dan cabang lainnya.
Sebagai ajang MTQ Tingkat Nasional, Desa Pedekik cukup berbangga hati karena salah seorang warganya ikut menjadi peserta untuk mewakili provinsi Riau. Beliau adalah Moehammad Farhan yang saat ini sedang duduk di tingkat akhir Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an Jakarta.
Muhammad Farhan yang lebih akrab dengan nama Farhan MD ini, akan ikut bertanding pada cabang Tilawah Al Qur’an kategori dewasa. Bagi Farhan MD sendiri event-event MTQ sudah sering ia ikuti. Sedikit bernostalgia, pada acara MTQ Tingkat Provinsi Riau tahun lalu yang diadakan di Kabupaten Rohul, Muhammad Farhan tidak ikut menjadi peserta. Namun beliau ikut memeriahkan dengan membuat album ‘Semarak MTQ’ sebagai lagu tema MTQ Riau bersama artis Wawa Marissa dan personil laninnya.
Selain Farhan Md, beberapa orang warga Bengkalis juga ikut tampil jadi peserta. Diantaranya adalah Sdri Venty dari Parit Bangkong ikut pada cabang Tilawah Remaja Puteri, Saudara Suhaimi dari Pangkalan Batang Bengkalis akan menjadi peserta cabang tafsir Al qur’an bahasa Inggeris dan Saudara Satria Efendi dari Air Putih mewakili cabang Khottil Qur’an serta Muh. Assubly yang akan ikut dalam cabang Penulisan Karya Ilmiah Al Qur’an. Mereka semua adalah warga Kabupaten Bengkalis yang mewakili Provinsi Riau di Tingkat Nasional 2014.
Kita sebagai warga masyarakat Kabupaten Bengkalis sangat mengharapkan agar mereka yang telah membawa nama Bengkalis ini akan mampu meraih prestasi yang gemilang di Tingkat Nasional.
Semoga MTQ yang bertemakan “Aktualisasi nilai-nilai universal Al- qur’an untuk pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan damai” ini, benar-benar mengantarkan Bangsa Indonesia kepada generasi-generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran yang terkandung di dalam Al Qur’an. (pdk)
