Posisi Anda
Home > Teknologi > Mengenal Teknologi Baru Produksi Garam Dengan Ulir Filter Geomembran

Mengenal Teknologi Baru Produksi Garam Dengan Ulir Filter Geomembran

Teknologi Baru Produksi Garam

Info Tekno – Teknologi Baru Produksi Garam dengan cara Ulir Filter Geomembran merupakan inovasi peningkatan produk garam rakyat yang mulai banyak dikembangkan.

Sekitar pertengahan tahun 2017 yang lalu, masalah kelangkaan garam sontak menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Tak ayal krisis garam yang terjadi membuat salah satu bahan baku pengolahan makanan ini menjadi melambung begitu tinggi.

Kelangkaan garam sangat disayangkan bisa terjadi di negara maritim seperti Indonesia, dimana dua per tiga luas wilayahnya merupakan laut. Itu berarti sumber daya alam (SDA) untuk memproduksi garam rakyat dalam negeri sebenarnya begitu potensial.

Fakta mengenai krisis garam bisa terjadi di Indonesia terasa semakin janggal, lantaran negara ini memiliki laut disertai garis pantai yang begitu banyak dan tersebar merata di seluruh kepulauan yang ada di Indonesia.

Belum lagi sinar matahari di Indonesia sebagai penyandang negara tropis juga memadai untuk mendukung pengolahan garam rakyat.

Padahal kita telah mengetahui bahwa pengolahan garam terbilang sederhana.

Caranya yakni dengan melakukan penguapan air laut yang bergantung pada tiga faktor berupa laut, pantai, dan juga matahari.

Lantas, sebenarnya mengapa bisa pasokan garam rakyat dalam negeri bisa mengalami kelangkaan ?

Kebutuhan garam rakyat di Indonsia mencapai 4,3 juta ton setiap tahunnya. Kebutuhan itu mencakup pasokan untuk para industri maupun suplai yang diperlukan oleh kalangan rumah tangga.

Sementara, produksi garam, khsusnya pada awal tahun lalu, bisa dibilang merosot tajam. Pada daerah tertentu yang biasanya bisa memproduksi sebanyak 2.500 ton dalam jangka waktu sebulan, kemudian sempat hanya mampu produksi garam sekitar 50 ton saja dalam sebulan. Penurunan produksi garam yang teramat signifikan, bukan ?

Kelangkaan garam rakyat di Indonesia kerap kali menyalahkan faktor cuaca sebagai penyebabnya. Perubahan iklim yang tak menentu sering dikambing-hitamkan memberi dampak buruk bagi kelangsungan pengolahan garam rakyat.

Hal ini dikarenakan memang kebanyakan industri pengolahan garam rakyat di Indonesia masih menggunakan cara konvensional dengan hanya mengandalkan matahari untuk menguapkan air laut.

Apakah Anda bertempat tinggal di desa yang berpotensi menghasilkan garam laut ? Jika iya, bisa jadi kebanyakan pengolahan garam rakyat di desa Anda masih gunakan cara konvensional yang serupa.

Padahal, sebenarnya Anda maupun masyarakat desa lain di daerah Anda tak perlu larut ke dalam arus yang hanya bisa menyalahkan cuaca sebagai penyebab krisis garam rakyat yang terjadi.

Belakangan ini telah dikembangkan berbagai inovasi dalam teknik pengolahan garam rakyat. Antara lain Teknologi Baru Produksi Garam yang mulai banyak dikembangkan.

Dengan begitu, import garam untuk memenuhi kebutuhan garam pun tak perlu heboh digalakkan terus menerus. Komoditas garam tercukupi dan siklus kehidupan perekonomian terus berputar.

Bagaimana memang caranya ? Simak terus ulasan berikut ini.

Daripada desa Anda yang punya potensi SDA garam memadai tidak merasa nelangsa akibat krisis garam, maka Anda bisa jadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat yang sebelumnya mengolah garam dengan cara konvensional dan tradisional untuk beralih ke proses produksi garam berbagasi teknologi.

Salah satu Teknologi Baru Produksi Garam yang bisa dilakukan adalah Teknologi Ulir Filter (TUF) Geomembran.

Anda tak perlu khawatir bahwa cara penerapan TUF geomembran akan sulit jika merasa asing akan nama sistem pengolahan garam yang satu ini.

Karena sebenarnya tekniknya terbilang sederhana dan tidak repot untuk diterapkan di desa Anda. Apalagi kajian terhadap TUF Geomembran telah dilakukan sejak lama oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga mendapatkan bukti bahwa teknik ini bisa meningkatkan jumlah produksi garam hingga 100%.

Teknologi Baru Produksi Garam dengan teknik Ulir Filter Geomembran bisa dibilang sebagai sebuah inovasi teknologi guna melecut produksi garam rakyat di seluruh pelosok Indonesia.

Teknologi pengolahan garam rakyat ini merupakan sebuah sistem sederhana yang mana melakukan pengaliran air laut ke dalam kolam. Penampingan air laut dilakukan lebih dulu, lalu air laut disaring atau menjalani proses filterisasi.

Proses penyaringan air laut bisa menggunakan beberapa alat sederhana, seperti :
• Ijug sapu,
• Batok kelapa, dan
• Batu zeolit.

Baca Juga :   5 Cara Mencegah Banjir Secara Alami Di Desa Dan Kota Indonesia

Selepas proses filterisasi selesai, maka selanjutnya air laut kembali dialirkan ke dalam kolam penampungan yang telah dilapisi plastik hitam untuk diolah lebih lanjut di meja kristalisasi.

Baiklah, supaya Anda memahami betul bagaimana Teknologi Baru dalam memproduksi garam rakyat berbasis TUF Geomembran, maka berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai tahapannya :

1. Mengubah tata letak lahan pengolahan garam rakyat

Lahan pengolahan garam yang semula bersifat tradisional diubah bentuk menjadi lahan semi-intersif. Tata letak lahan diubah supaya peningkatan hasil produksi garam rakyat bisa tercapai, yang mana pada lahan semi-intensif, dibuat menjadi beberapa petakan.

Tata letak laham pengolahan garam rakyat yang bersifat semi-intensif, meliputi :
• 65% di antara keseluruhan lahan digunakan sebagai tempat untuk meja kristal,
• Sementara sisanya yang 35% dimanfaatkan untuk menjadi kolam penampung air tua, kolam peminihan, dan kolam ulir.

Pembentukan lahan semi-intensif ini telah terbukti berhasil meningkatkan produksi garam rakyat hingga mencapai 40-60%.

Keuntungan lain yang didapat dengan pengolahan garam rakyat di lahan semi-intensif adalah masa produksinya yang bisa dibilang jauh lebih cepat daripada lahan tradisional.

Pada lahan semi-intensif, masa produksi hanya berlangsung selama 14 hari supaya air tua bisa didapatkan, sementara pada lahan tradisional butuh menghabiskan selama 30 hari barulah bisa mendapatkan air tua.

2. Melapisi meja kristalisasi dan kolam penampungan dengan plastik hitam

Langkah ini menjadi poin utama dalam Teknologi Baru pengolahan garam rakyat berbasis TUF Geomembran, yang mana kebersihan produksi garam bisa terjaga.

Selama ini bukan hanya jumlah produksi garam rakyat yang senantiasa mengalami kemerosotan, tetapi mutu garam sakyat juga kian lama kian menurun.

Tuntutan pasar akan peningkatan kualitas garam rakyat terus berlangsung.

Selama ini, konsumen menganggap kebanyakan kualitas garam rakyat tak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI), yakni dengan kadar mineral yang terkandung dalam garam rakyat yang rendah serta warna garam rakyat yang buram dan kecokelatan.

Teknologi Baru Produksi Garam model TUF Geomembran dengan penggunaan plastik hitam sebagai pelapis meja kristalisasi membuat was-was para pengolah garam rakyat menjadi sirna.

Hal ini dikarenakan plastik tersebut membuat kristal garam rakyat tidak bersentuhan dengan tanah. Dengan begitu, garam rakyat akan terbentuk dari kristal yang putih, bersih dan berbobot.

Selain meja kristalisasi, saluran pemasukan maupun kolam penampung air tua juga perlu dilapisi dengan plastik. Hal ini bertujuan untuk mencegah lumpur tanah di kedua tempat tersebut tidak tercampur dengan kristal garam yabg akan diproses lebih lanjut di meja kristalisasi.

Jenis plastik yang bisa digunakan dalam pengolahan garam rakyat berbasi TUF Geomembran adalah plastik HDPE dengan nomor A 12.

Plastik tersebut memiliki ketebalan 500 mikron sehingga mumpuni untuk menjadi pelapis meja kristalisasi, dan saluran maupun kolam penampungan.

Selain itu, plastik ini juga bersifat ekonomis alias harganya cukul terjangkau. Ditambah lagi, penggunaanya mampu bertahan sampai empat musim garam dengan perawatan yang baik.

3. Cara Pemasangan TUF Geomembran

• Ukur plastik yang dibutuhkan sesuai dengan lahan pengolahan garam rakyat yang digunakan,
• Buat galengan pada meja kristalisasi,
• Ratakan permukaan meja kristalisasi dengan proses pemadatan,
• Tutup seluruh permukaan galengan meja kristalisasi dengan menggunakan plastik yang telah disiapkan sebelumnya, dan
• Pasang pasak kayu pada setiap ujung plastik geomembran pada galengan supaya plastik melekat erat pada meja kristalisasi.

Baiklah, usai disini dulu bahasan artikel kali ini mengenai Teknologi Baru Produksi Garam rakyat berbasis TUF Geomembran.

Semoga bisa menjadi inspirasi untuk Anda serta masyarakat desa lainnya prihal bagaimana inovasi pengolahan garam rakyat yang lebih efektif dan efisien.

Ada info menarik lainnya yang perlu anda tahu, ternyata garam juga bisa untuk mengecas smartphone. Coba baca artikel nya di Teknik Baru Ngecas Handphone Menggunakan Air Garam. (Ev0)

Pengunjung Lain Juga Baca Ini :

Inilah Teknologi Rumah Tahan Gempa Dengan Konsep Cukup Sederhana Teknologi – Teknologi rumah tahan gempa juga sudah ada di Indonesia. Baik yang dibangun dengan konsep tradisional maupun dengan teknik modern. Sebelumnya Pedekik.com juga sudah merilis 5 Cara Mence...
Begini Pelacakan Google Di Internet Sehingga Menguasai Dunia Teknologi - Pelacakan google di internet menjadikan perusahaan raksasa dunia maya ini hampir menguasai seluruh dunia. Bayangkan saja, 90% kegiatan online yang dilakukan oleh pengguna internet di jagad...
Teknologi Baru Robot Canggih Mirip Artis Hollywood, Cantik Banget! Teknologi - Seorang warga Hongkong yang bukan ahli bidang teknologi baru-baru ini telah berhasil membuat sebuah robot canggih yang sangat mirip dengan artis hollywood Scarlet Johansen. Dengan mengg...
Contoh Kegiatan Pelatihan Internet Sehat Bagi Warga Desa Tekno Desa – Pelatihan internet sehat bagi warga desa adalah salah satu program positif yang bermanfaat sekaligus memiliki aspek pembinaan kemasyarakatan. Bagi pemerintahan desa mungkin ada yang in...
Mengatasi Gambar Tidak Muncul Di Facebook Saat Share Web WordPress Teknologi, Blogging - Mengatasi gambar tidak muncul di facebook bagi pemilik website yang menggunakan CMS wordpress sebenarnya banyak cara yang bisa digunakan. Namun terkadang dari sekian banyak tutor...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top